Kuliah Umum Magister Akuntansi FEB UI: The Story of Irvins Salted Egg : Bussiness Lesson

0

Kuliah Umum Magister Akuntansi FEB UI: The Story of Irvins Salted Egg : Bussiness Lesson

 

Hana Fajria ‚Äď Humas FEB UI

Depok ‚Äď (09-10-2020) Magister Akuntansi FEB UI, mengundang praktisi ahli untuk Kuliah Umum yang membahas ‚ÄúThe Story of Irvins Salted Egg : Bussiness Lesson‚ÄĚ ¬†secara daring. Irvins, panggilan akrabnya, memaparkan pengalaman menjalankan bisnis ini, yang dirintis sejak tahun 2008. Dengan motto dagangnya ‚ÄúDangerously Addictive,‚ÄĚ ia memiliki visi¬† to create ¬†innovations that excite the world, dan misi becoming the platform for local to global food innovation. Snack¬†yang terdapat di Terminal 3 (T3) Changi Airport ini seolah menjadi oleh-oleh wajib dari Singapura Ke Indonesia.

Pemateri adalah Irvin Hasaga Yuga Gunawan, Founder Irvins Salted Egg, dengan  moderator Selvy Monalisa, MBA, Dosen Departemen Akuntansi FEB UI.  Saat pembukaan, Dr. Ancella A. Hermawan, MBA., CA., ACMA., CGMA, Kepala Departemen Akuntansi FEB UI, mengapresiasi acara ini karena merupakan kuliah umum pertama  di semester gasal 2020-2021, yang mendatangkan Irvins Salted Egg (Singapura) berbagi pengetahuan tentang bisnisnya.

Snack fenomenal ini lahir dari dapur restorannya di River Valley, Singapura, pada tahun 2008. Dengan resep yang sempurna dan keberuntungan, restoran itu terkenal dalam 2 tahun dengan menu andalan salted egg potato chips (keripik kentang telur asin) dan salted egg fish skin (kulit ikan telur asin). Bisnis kuliner pertama yang ia jalani pun langsung mendulang untung berkat iklim bisnis di Singapura yang baik, meski Irvins harus terlebih dahulu menghadapi berbagai tantangan. Kendati demikian, tantangan tersebut tidak menjadi masalah besar baginya mengingat Irvins sudah mempunyai passion dan mimpi untuk membangun bisnis di Singapura.

Menurut Irvins, bisnis itu dimulai dari yang sederhana seperti memiliki rekan kerja yang reliable, jujur, hemat, pekerja keras, dan pandai melihat pasar. Dalam mengatur bisnisnya, Irvins menjelaskan ada 2 manajemen yang ia terapkan, yakni manajemen finansial & manajemen sumber daya. Dalam manajemen finansial tidak lupa tetap memperhatikan monthly financial statement, Financial Planning and Analysis seperti Forecasting, budgeting, review dan Audit. Untuk  manajemen sumber daya, juga memperhatikan Half year performance review, Objective and Key Results (OKR)/Key Performance Indicator (KPI), 360 feedback  (informasi dari atasan,bawahan, teman setara)  pada karyawannya.

Kendati telah mendulang sukses di negeri seberang, Irvins ingin membuka cabang resmi di Indonesia meskipun beberapa produknya terjual melalui reseller di e-commerce. Selain, membuka cabang di Indonesia, mereka juga mempunyai rencana untuk mengekspor produknya ke banyak negara. (hjtp)