Webinar Kebijakan Fiskal Pemerintah dan Strategi Keuangan Perusahaan di Masa Pandemi Covid-19

0

Webinar Kebijakan Fiskal Pemerintah dan Strategi Keuangan Perusahaan

di Masa Pandemi Covid-19

 

Hana Fajria ‚Äď Humas FEB UI

Depok ‚Äď (15-10-2020) Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, bekerja sama dengan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan, Sekretariat Jenderal ‚Äď Kementrian Keuangan, menyelenggarakan webinar yang berjudul Kebijakan Fiskal Pemerintah dan Strategi Keuangan Perusahaan di Masa Pandemi Covid-19.

Narasumber pada acara ini adalah Febrio Nathan Kacaribu, Ph.D. (Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia) diwakilkan oleh Ubaidi Socheh Hamidi, S.E., MM., Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PKAPBN),  Wahyu Utomo, S. Sos., M.Si.,  Kepala Bidang Kebijakan Belanja Pusat dan Pembiayaan Badan Kebijakan Fiskal, serta Prodjo Sunarjanto, M.Ak., CEO PT Adi Sarana Armada,  dengan  moderator  Dr. Fitriani, S.E. M.Si. Ak,  dosen Departemen Akuntansi FEB UI.

Dr. Vera Diyanti, CA (Kepala PPA FEB UI) dalam sambutannya menjelaskan, webinar ini merupakan bagian dari rangkaian proses survei persepsi pengguna jasa profesi keuangan terhadap kualitas profesi keuangan (akuntan publik dan penilai publik) di Indonesia.  Survei ini merupakan kerjasama antara Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (PPPK), dengan Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA FEBUI), yang pelaksanakannya telah memasuki tahun ke-4. Tujuan dilakukannya survei ini  untuk mengetahui persepsi pengguna jasa profesi keuangan atas kualitas profesi keuangan, serta langkah-langkah pembinaan apa saja yang dapat dilakukan oleh PPPK.

Ubaidi menjelaskan, dampak Covid 19 signifikan sehingga memperlemah perekonomian dan kinerja makro fiskal yang pada akhirnya memicu new baseline. Menurutnya, kinerja makro fiskal ke depan dapat dipengaruhi efektivitas penanganan Covid 19, recovery ekonomi, keberhasilan reformasi, serta kemampuan meredam uncertainty. Konsolidasi fiskal yang smooth dengan defisit maksimal 3% PDB dapat kembali pada tahun 2023, dan dilakukan bersama  dengan paket reformasi yang holistic yaitu reformasi perpajakan, reformasi belanja dan inovasi pembiayaan, serta pengendalian utang.

Pembicara  Projo Sunarjanto, M. Ak.,  mengupas strategi keuangan perusahaan di masa Covid-19 termasuk langkah-langkah feasible yang harus diambil perusahaan, serta strategi pendanaan yang ideal di masa Covid-19. Menurut Projo, dibutuhkan adanya sense of crisis di semua tingkat manajemen, reputasi dan track record sebagai debitur yang baik, pemilihan customer yang prima dan memiliki pondasi yang kuat, serta memilih industri yang ukurannya scaleable. Selain itu menerapkan entrepreneurship sampai ke tingkat manajer, Chain of command yang jelas dan cepat, menyiapkan loan facility untuk setahun ke depan, mengelola perusahaan secara pruden  dengan Good Corporate Governance (GCG). Ia juga mengatakan  dalam mengambil keputusan, harus memikirkan pareto prioritas alokasi dana dan mengelola perusahaan tidak dengan dikendalikan oleh expectation pasar modal.

‚ÄúTidak ada 1 formula yang dapat menyelesaikan semua. Setiap masalah harus menemukan jalannya sendiri. Yang penting fokus pada arus kas, sumber dana untuk jangka pendek dan menengah, accout receivable, dan lakukan mitigasi berbasis customer, supplier, dan kreditor. Tetap semangat bertahan hidup,‚ÄĚ jelas Projo.

Diharapkan webinar ini bisa memberikan suatu perspektif bagi perusahaan dalam menghadapi pandemi yang terjadi, sehingga perusahaan dapat bertahan dalam industri dan tetap bisa menjaga kualitas laporan keuangan mereka. (hjtp)