Promosi Doktor PPIM FEB UI Teliti Tourism In Recovery: Segmenting Tourist Based On Risk Perception In The Post COVID-19 Pandemic In Indonesia

Promosi Doktor PPIM FEB UI Teliti Tourism In Recovery: Segmenting Tourist Based On Risk Perception In The Post COVID-19 Pandemic In Indonesia

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK ā€“ (9/1/2023)Ā Program Pascasarjana Ilmu Manajemen (PPIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengadakan sidang terbuka Promosi DoktorĀ Noveri Maulana, yang berlangsung di ruang 401-403, Gedung Pascasarjana FEB UI, Senin (9/1).

Sidang Promosi Doktor ini diketuai olehĀ Teguh Dartanto, Ph.D., dengan pembimbingĀ Prof. Prijono Tjiptoherijanto, Ph.D. (Promotor),Ā Dr. Rifelly Dewi Astuti (Ko-Promotor 1), Dr. Hariyadi BS. Sukamdani (Ko-Promotor 2). Selaku tim penguji,Ā Prof. Dr. Irwan Adi Ekaputra (Ketua Penguji), Dr. Budi Setiawan, Daniel Tumpal Hamonangan Aruan, Ph.D., Dr. Ignatius Heruwasto, dan Sri Rahayu Hijrah Hati, Ph.D.

Pada sidang terbuka ini,Ā Dr. Noveri Maulana mengangkat disertasi yang berjudul ā€œTourism In Recovery: Segmenting Tourist Based On Risk Perception In The Post COVID-19 Pandemic In Indonesiaā€. Promovendus Noveri Maulana melakukan penelitian dengan menjelaskan riset yang mengangkat topik seputar pemulihan pariwisata pasca pandemi COVID-19 di Indonesia ini meneliti bagaimana perilaku wisatawan dalam menghadapi pelonggaran perjalanan yang dilakukan pemerintah sejak Maret 2022 yang lalu. Apalagi, semenjak PPKM dihapuskan pada akhir 2022 yang lalu, perilaku wisata masyarakat di Indonesia menjadi sebuah fenomena menarik untuk ditelusuri lebih jauh.

Noveri memaparkan hasil penelitian dari empat studi berbeda yang telah dilakukan. Studi pertama terkait eksplorasi faktor risiko yang dirasakan oleh pelaku perjalanan wisata di Indonesia pada rentang awal pelonggaran pembatasan perjalanan di pertengahan tahun 2022. Beberapa Focus Group Discussion telah dilakukan dan diikuti dengan analisis faktor untuk mengidentifikasi faktor risiko apa saja yang dirasakan oleh wisatawan. Hasil analisis menyimpulkan terdapat 21 item risiko yang dikelompokkan ke dalam lima dimensi, yaitu Opportunity-loss Risk, Psychological Risk, Health Risk, Social Risk, dan Financial Risk. Kelima dimensi risiko ini menjadi temuan baru dalam merumuskan konsep persepsi risiko pasca pandemi COVID-19.

Seluruh item risiko tersebut kemudian menjadi dasar untuk melakukan pengelompokkan turis dengan pendekatan konsep segmentasi pasar. Melalui analisis Hierachical Cluster dan K-Means Cluster Method, riset ini menyimpulkan empat kelompok segmen wisatawan yang memiliki kercenderungan yang berbeda dalam melihat faktor risiko ketika melakukan kegiatawan wisata dan juga menginap di akomodasi wisata di berbagai destinasi tujuan wisata di Indonesia.

Kluster pertama merupakan orang dengan presepsi risiko yang sangat rendah, sehingga cenderung melakukan perjalanan dengan lebih berani seperti kondisi sebelum pandemi. Sedangkan segmen kedua adalah orang yang berwisata dengan mempertimbangan risiko ooportunit-loss yang bisa saja muncul di masa post-pandemi ini, seperti tidak beroperasinya fasilitas wisata secara penuh dan juga masih adanya layanan yang dibatasi pada beberapa daerah tujuan wisata.

Sementara itu, segmen ketiga adalah turis yang masih mempertimbangkan persepsi risiko psikologis, karena masih merasa tidak tenang dan nyaman ketika melakukan kegiatan wisata di tempat keramaian walau kondisi pandemi sudah mulai membaik. Dan terakhir ialah segmen wisatawan yang masih merasa memiliki risiko Kesehatan yang cukup tinggi jika melakukan perjalanan wisata menuju destinasi yang penuh keramaian dan bisa jadi masih mengancam kesehatan mereka.

Lanjut Noveri, Empat tipologi segmen tersebut memiliki perilaku berwisata yang berbeda-beda dan tentunya juga berasal dari socio-demografi yang beragam pula sesuai dengan perilaku risiko yang mereka Yakini. Hal ini tentunya bisa menjadi masukan yang bermanfaat bagi para pelaku bisnis di bidang pariwisata untuk merancang strategi pemasaran mereka untuk bangkit pulih pasca-pandemi.

Pada sidang promosi tersebut, turut hadir beberapa perwakilan industri seperti manajemen hotel, pemilik restoran, konsultan bisnis pariwisata, pengurus asosiasi pariwisata, dan juga dihadiri perwakilan tim Satgas COVID-19 nasional.

Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Noveri Maulana lulus dengan predikatĀ CumlaudeĀ dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-307 Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran. Berkat hasil penelitiannya tersebut, Noveri berhasil meraih prediket cumlaude dengan menyelesaikan studi kurang dari tiga tahun masa pendidikan. Selamat kepada Dr. Noveri Maulana!