Promosi Doktor PPIE FEB UI, Gerardia Gadisvania Sibbald Ulas Mental Health and Poverty: Empirical Evidence from Indonesia

Promosi Doktor PPIE FEB UI, Gerardia Gadisvania Sibbald Ulas Mental Health and Poverty: Empirical Evidence from Indonesia

Ā 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOKĀ ā€“ (27/7/2023)Ā Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universita Indonesia (PPIE FEB UI) mengukuhkan gelar doktor yang ke-140 untukĀ Dr. Gerardia Gadisvania Sibbald, yang berlangsung di ruang 401-403, Gedung Pascasarjana FEB UI, Kamis (27/7).

Acara dipimpin olehĀ Ketua Sidang, Prof. Nachrowi Djalal Nachrowi, Ph.D., dengan Prof. Aris Ananta, Ph.D., (Promotor),Ā Teguh Dartanto, Ph.D., (Ko-Promotor 1), dan Diah Widyawati, Ph.D., (Ko-Promotor 2). Ā Sedangkan,Ā Tim PengujiĀ diketuaiĀ olehĀ Turro S. Wongkaren, Ph.D.,Ā denganĀ anggotaĀ terdiri dariĀ Prof. Dr. Djoni Hartono, Jossy P. Moeis, Ph.D., M. Halley Yudhistira, Ph.D., dan Soewarta Kosen, Ph.D.

Pada sidang terbuka yang dilaksanakan secaraĀ offline, Dr. Gerardia Gadisvania Sibbald berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul ā€œMental Health and Poverty: Empirical Evidence from Indonesia.ā€

Promovenda Gerardia Gadisvania Sibbald melakukan penelitian dengan mengulas kesehatan mental merupakan masalah yang meningkat di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Disertasi ini menganalisis pengaruh kesehatan mental terhadap kemiskinan yang didefinisikan dengan pemahaman Capability Approach dengan menggunakan sampel Indonesia.

Disertasi ini menggunakan data Indonesian Family Life Survey yang dilakukan pada tahun 2007 dan 2014 dan melakukan analisis deskriptif pada 20.757 observasi serta menggunakan model instrumental variable probit dan model multinomial logistic untuk menganalisis pengaruh kesehatan mental terhadap beberapa indikator kemiskinan, termasuk eksklusi sosial dan eksklusi pendapatan/sumber daya.

Dalam disertasi ini eksklusi, sosial diukur dengan status kerja dan partisipasi masyarakat, sedangkan eksklusi pendapatan/sumber daya didefinisikan dengan garis kemiskinan. Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa orang yang berhasil keluar dari kemiskinan pada tahun 2014 adalah yang paling stres. Regresi variabel instrumental mengkonfirmasi hipotesis bahwa masalah kesehatan mental memperburuk eksklusi sosial dan eksklusi pendapatan/sumber daya.

Selanjutnya, analisis logistik multinomial mengungkapkan bahwa menjadi tidak sehat secara mental pada tahun 2007 meningkatkan kemungkinan untuk tetap miskin atau berada dalam kemiskinan yang berkepanjangan.

Berdasarkan hasil tersebut, penelitian menyimpulkan bahwa Indonesia harus fokus pada program dukungan kesehatan mental selain program pengentasan kemiskinan, atau mengintegrasikan kedua upaya tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara Indonesia.

Dengan ini, Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Gerardia Gadisvania Sibbald lulus dengan predikatĀ MemuaskanĀ dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-140 Bidang Ilmu Ekonomi. Selamat kepada Dr. Gerardia Gadisvania Sibbald!