Promosi Doktor PPIE FEB UI, Dyah Margani Utami Kaji Essays on Economic Development and Political Institution: The Role of Middle Class

Promosi Doktor PPIE FEB UI, Dyah Margani Utami Kaji Essays on Economic Development and Political Institution: The Role of Middle Class

 

Nino Eka Putra – Humas FEB UI

DEPOK – (19/2/2024) Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi (PPIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), menye­­lenggarakan sidang terbuka Promosi Doktor Dyah Margani Utami, yang berlangsung di ruang 401- 403, Gedung Pascasarjana FEB UI, Senin (19/2).

Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Prof. Nachrowi Djalal Nachrowi, Ph.D., dengan pembimbing Prof. Mohamad Ikhsan, Ph.D. (Promotor), Teguh Dartanto, Ph.D. (Ko-Promotor 1), Rizal Mallarangeng, Ph.D. (Ko-Promotor 2). Selaku tim penguji, Diah Widyawati, Ph.D. (Ketua Penguji), Riatu Mariatul Qibthiyyah, Ph.D., Turro S. Wongkaren, Ph.D., I Dewa Gede Karma Wisana, Ph.D., dan Philips Jusario Vermonte, Ph.D.

Dr. Dyah Margani Utami mengangkat disertasi yang berjudul “Essays on Economic Development and Political Institution: The Role of Middle Class” pada sidang terbuka ini.

Pada penelitiannya, Promovenda Dyah mengkaji bahwa Ekonom terkemuka dunia seperti Adam Smith dan Acemoglu serta Prof. Dr. Boediono, Guru Besar Universitas Gadjah Mada sekaligus Wakil Presiden RI tahun 2009 – 2014 menekankan pentingnya peranan kelembagaan dalam pertumbuhan dan kestabilan ekonomi.

Dalam hal ini, kelas menengah diharapkan dapat berperan sebagai kelas reformis dan penentu terciptanya kelembagaan politik dan ekonomi melalui dukungan terhadap demokrasi sebagai bentuk kelembagaan yang mengusung inklusivitas diantara keberagaman yang ada di    Indonesia.

Pada penelitian ini, dukungan tersebut diamati melalui perilaku politik yang mencakup partisipasi memilih dan pilihan partai politik. Data makro menunjukkan bahwa secara nasional, proporsi kelas menengah tidak berpengaruh nyata terhadap angka partisipasi memilih di suatu wilayah. Begitupun dengan evaluasi dampak terhadap individu yang mengungkapkan bahwa peningkatan status ekonomi seseorang dari miskin ke kelas menengah tidak berpengaruh nyata pada perilaku memilih.

Namun, berdasarkan wilayah, secara umum kelas menengah di daerah perdesaan dan luar Jawa lebih aktif dibanding di perkotaan ataupun Jawa. Dari sisi pilihan politik, terdapat hubungan non-linier (kurva U terbalik) antara proporsi kelas menengah dengan pilihan partai politik Islam. Semakin besar proporsi kelas menengah politik identitas semakin menguat, namun pada proporsi tertentu (sekitar 30%) politik identitas ini semakin melemah.

Oleh karena itu, masih tersisa harapan bahwa kelas menengah di Indonesia dapat mendukung kemajuan bangsa melalui kontribusinya dalam menguatkan kelembagaan politik dan ekonomi apabila proses pemilihan berlangsung sesuai dengan aturan menghasilkan outcome yang tercermin dalam tata kelola pemerintahan yang berkinerja baik dan terpercaya.

Dengan ini, Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Dyah Margani Utami lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-145 Bidang Ilmu Ekonomi. Selamat kepada Dr. Dyah Margani Utami!