Promosi Doktor PPIE FEB UI, Najwa Khairina Teliti Dampak Jaringan Seluler terhadap Pemberdayaan Perempuan dan Partisipasi Politik
Rifdah – Komunikasi FEB UI
Depok, 10 Januari 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi (PPIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor Najwa Khairina, yang berlangsung di ruang 401-403, Gedung Pascasarjana FEB UI, Sabtu (10/1).
Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Prof. Dr. Irwan Adi Ekaputra dengan pembimbing Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro, Ph.D. (Promotor) dan Rus’an Nasrudin, Ph.D. (Ko-Promotor). Selaku tim penguji, Prani Sastiono, Ph.D. (Ketua Penguji) dengan anggota penguji, Riatu Mariatul Qibthiyyah, Ph.D., Diahhadi Setyonaluri, Ph.D., Turro Selrits Wongkaren, Ph.D., Ibrahim Kholilul Rohman, Ph.D., dan Wahyu Prasetyawan, Ph.D.
Najwa Khairina mengangkat disertasi berjudul ‘Essays on the Impact of Mobile Network Expansion and Socio-Political Outcomes in Indonesia’ pada sidang terbuka ini.
Promovenda Najwa meneliti dampak perluasan jaringan seluler di Indonesia berkaitan dengan perubahan kondisi sosial, ekonomi, dan politik masyarakat pada berbagai skala. Peningkatan cakupan, kualitas layanan, dan akses terhadap jaringan seluler menurunkan biaya perolehan informasi dan komunikasi. Namun, respons perilaku bergantung pada kondisi sosial yang berlaku, ketersediaan teknologi pendukung, serta intensitas penggunaan jaringan seluler oleh rumah tangga dan masyarakat.
Untuk menguji argumen tersebut, disertasi menggabungkan dua analisis empiris dengan sumber data dan unit observasi yang berbeda. Analisis empiris pertama menggunakan Indonesia Family Life Survey (IFLS) Gelombang 4 dan 5 untuk mengkaji keterkaitan antara intensitas penggunaan telepon seluler dan kemampuan negosiasi perempuan dalam rumah tangga, serta kepemilikan aset. Intensitas penggunaan telepon seluler diproksi melalui pengeluaran bulanan rumah tangga untuk pulsa dan biaya berlangganan jaringan seluler. Luaran pemberdayaan perempuan disusun dari 17 indikator pengambilan keputusan rumah tangga dan 12 indikator kepemilikan aset.
Promovenda Najwa menjelaskan, “Dengan menggunakan spesifikasi two-way fixed effects, hasil estimasi menunjukkan, pengeluaran telepon seluler bulanan yang lebih tinggi berkorelasi positif dengan meningkatnya partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan rumah tangga pada berbagai domain, termasuk keputusan terkait konsumsi makanan, pembelian pakaian anak, pengeluaran untuk arisan, serta kepemilikan bersama atas rumah, tanah, dan tabungan keluarga.”
“Untuk menelaah mekanisme yang mendasari keterkaitan tersebut, penelitian memanfaatkan informasi IFLS Gelombang 5 mengenai tujuan penggunaan telepon seluler. Hasil analisis mekanisme menunjukkan, pengeluaran telepon yang lebih tinggi berasosiasi dengan penggunaan telepon seluler untuk komunikasi, serta kombinasi penggunaan untuk komunikasi, hiburan, dan memperoleh informasi. Selain itu, terdapat indikasi peningkatan pengeluaran telepon berhubungan dengan probabilitas yang lebih tinggi bagi istri untuk melaporkan bahwa dirinya menjadi pengambil keputusan dalam alokasi pengeluaran tabungan keluarga. Temuan ini konsisten dengan mekanisme komunikasi dan inklusi keuangan dalam memperkuat kemampuan negosiasi perempuan dalam rumah tangga,” tuturnya.
Analisis empiris kedua menilai dampak perluasan infrastruktur internet berkecepatan tinggi terhadap perilaku politik, dengan mengaitkan ekspansi cakupan jaringan 4G di tingkat kecamatan dengan luaran pemilu nasional di Indonesia. Studi ini mengombinasikan ukuran administratif jaringan 4G yang menangkap intensitas cakupan lintas kecamatan dari waktu ke waktu dengan data rekapitulasi resmi hasil pemilu untuk mengukur partisipasi pemilih dan kompetisi elektoral.
Dengan menggunakan spesifikasi panel two-way fixed effects, hasil estimasi menunjukkan bahwa peningkatan cakupan 4G berkorelasi secara konsisten dengan penurunan tingkat partisipasi pemilih dalam skala moderat. Selain itu, cakupan internet 4G berasosiasi dengan meningkatnya kompetisi dalam pemilihan presiden, yang tercermin dari margin kemenangan yang lebih sempit, sementara pengaruhnya terhadap konsentrasi partai tidak dapat dibedakan secara statistik dari nol.
Disertasi ini juga menemukan bukti sugestif bahwa cakupan internet yang lebih tinggi berasosiasi dengan peningkatan pengeluaran rekreasi, yang sejalan dengan kemungkinan terjadinya substitusi aktivitas rekreasi selama masa libur pemilu. Secara keseluruhan, disertasi ini menunjukkan bahwa ekspansi infrastruktur jaringan seluler bukan merupakan intervensi yang netral secara sosial maupun politik, karena dapat menggeser hasil negosiasi intra-rumah tangga serta menurunkan partisipasi pemilih dalam pemilu.
Dengan ini, Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Najwa Khairina lulus dengan predikat Cum Laude dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-155 Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi. Selamat kepada Dr. Najwa Khairina!

