Dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Indonesia, Rifelly Dewi Astuti Ungkap Pentingnya Pemasaran Entrepreneurial, Peran Strategis dalam Penciptaan Nilai Menuju UMKM Berkelanjutan

Dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Indonesia, Rifelly Dewi Astuti Ungkap Pentingnya Pemasaran Entrepreneurial, Peran Strategis dalam Penciptaan Nilai Menuju UMKM Berkelanjutan

 

Depok, 23 Mei 2026 – Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan Prof. Dr. Rifelly Dewi Astuti, S.E., M.M. (Dosen Departemen Manajemen FEB UI) sebagai Guru Besar Tetap Universitas Indonesia, pada Sabtu (23/5). Prosesi pengukuhan berlangsung di Balai Sidang UI, Depok, dan disiarkan secara virtual melalui kanal YouTube Universitas Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Surat Keputusan resmi menetapkan Prof. Rifelly Dewi Astuti sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Manajemen Pemasaran di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, terhitung sejak 01 Maret 2026.

Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Pemasaran Entrepreneurial: Peran Strategis dalam Penciptaan Nilai menuju UMKM Berkelanjutan”, Prof. Rifelly mengungkapkan pentingnya pemasaran entrepreneurial sebagai pendekatan strategis bagi UMKM dalam menghadapi perubahan pasar yang semakin cepat, disruptif, dan penuh ketidakpastian. 

Perkembangan teknologi digital, menurutnya, telah mengubah cara nilai diciptakan, dikomunikasikan, dan dipertukarkan di pasar. Di sisi lain, perilaku konsumen pun berubah signifikan, dari sekadar penerima nilai menjadi co-creator of value yang aktif terlibat dalam penciptaan pengalaman dan identitas merek. Kondisi tersebut menuntut UMKM mengembangkan strategi pemasaran yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan pasar. 

Prof. Rifelly Dewi Astuti menyebut UMKM di Indonesia menunjukkan karakteristik adaptif yang berbeda dibandingkan perusahaan besar. Dalam keterbatasan sumber daya, keputusan pemasaran UMKM kerap dilakukan secara fleksibel dengan mengandalkan intuisi, pengalaman, dan respons cepat terhadap perubahan pasar. Pendekatan tersebut berkembang menjadi pemasaran entrepreneurial yang mengintegrasikan prinsip kewirausahaan dan aktivitas pemasaran untuk menciptakan nilai melalui inovasi dan pemanfaatan peluang secara kreatif. 

Entrepreneurial diwujudkan melalui tujuh dimensi utama, yakni customer focus, innovativeness, value creation, opportunity focus, proactiveness, calculated risk-taking, dan resource leveraging. Ia menilai orientasi pelanggan memungkinkan UMKM membangun hubungan personal dan memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam, sementara inovasi membantu UMKM tetap relevan di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Prof. Rifelly Dewi Astuti juga menyoroti bahwa keberlanjutan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memperoleh keuntungan jangka pendek, melainkan juga kemampuan beradaptasi, bereaksi cepat terhadap krisis, dan memanfaatkan peluang yang muncul dari ketidakpastian. Faktor kompetensi pemilik seperti literasi keuangan, jaringan sosial, kapasitas inovasi, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi disebut memiliki peran penting dalam membangun ketahanan usaha. 

“Pada akhirnya, kita harus menyadari bahwa dalam dunia yang penuh ketidakpastian ini, keberhasilan tidak lagi ditentukan oleh siapa yang memiliki sumber daya terbesar atau modal yang berlimpah, tetapi oleh mereka yang paling adaptif, inovatif, dan paling dekat dengan pelanggannya. Inilah esensi pemasaran entrepreneurial, yang harus ditanamkan dalam praktik bisnis sehari-hari terutama untuk UMKM,” ujar Prof. Rifelly. 

Ia menambahkan, “Pemasaran entrepreneurial mengajarkan kita sebuah pembelajaran yang penting, bahwa keterbatasan bukanlah hambatan, melainkan sumber kreativitas. UMKM seringkali dalam posisi yang terbatas, namun justru dalam keterbatasan inilah dapat menemukan kemampuan untuk berinovasi, menciptakan solusi baru, dan memanfaatkan peluang yang seringkali terlewat oleh pelaku bisnis yang lebih besar dan lebih mapan.”

Sebagai penutup, Prof. Rifelly menekankan pentingnya penguatan kapabilitas kewirausahaan, dukungan kebijakan publik terhadap inovasi dan jaringan UMKM, serta pembangunan mindset adaptif melalui pendidikan. Ia menyatakan bahwa keberlanjutan UMKM bukan hanya tentang bertahannya sebuah usaha, tetapi juga tentang bertahannya harapan, kesejahteraan, dan masa depan masyarakat Indonesia.

Prof. Rifelly Dewi Astuti meraih gelar Sarjana, Master, dan Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Indonesia. Selain sebagai dosen, saat ini Prof. Rifelly memegang jabatan Sekretaris Senat Akademik UI, pernah pula menjabat sebagai Kepala Kantor Humas dan KIP UI serta Manajer Kemahasiswaan FEB UI. 

Berbagai publikasi ilmiah, baik dalam bentuk artikel ilmiah maupun buku, telah dipublikasikan di tingkat nasional hingga internasional. Prof Rifelly juga aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat, terutama terkait pengembangan UKM dan usaha berbasis potensi daerah. 

Di dunia profesional, Prof Rifelly berperan sebagai anggota Tim Pakar di Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Saintek,  Ditjen Sains dan Teknologi, Kemendiktisaintek untuk Program Bestari, Resona Saintek, dan Tera Saintek. Terakhir dua penghargaan telah diraihnya, yaitu Satyalancana Karya Satya 10 Tahun serta Pengabdi Terbaik pada Rumpun Sosial dan Humaniora UI Tahun 2024.