Mahasiswa FEB UI Berhasil Raih Juara 1 Kompetisi Bioenergy Talent 2026 Melalui Inovasi Limbah Lingkungan
Ghazy – Kantor Komunikasi
Depok, 9 September 2026 — Mahasiswa S-1 Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Kayla Kwok, Nabil Sachio Refat, dan Abyana Zahida, berhasil meraih Juara 1 Bioenergy Talent 2026 melalui Project ZINCARBON. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) dengan berkolaborasi bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Berawal dari keresahan terhadap banyaknya limbah ban yang tertimbun dan belum dimanfaatkan secara optimal, ketiga mahasiswa tersebut mengembangkan gagasan untuk mengolah limbah ban menjadi produk yang memiliki nilai guna. Meski bukan dari latar belakang ilmu lingkungan maupun teknik, Kayla, Nabil, dan Abyana melihat persoalan tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan solusi dari perspektif yang berbeda.
Bersaing dengan peserta dari berbagai latar belakang keilmuan, termasuk bidang teknik, tim Project ZINCARBON justru menjadikan perspektif ekonomi dan bisnis sebagai kekuatan. Mereka tidak hanya memandang pengolahan limbah sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana inovasi tersebut dapat dikembangkan menjadi model bisnis yang feasible dan berkelanjutan.
“Inspirasi projek ZINCARBON ditemukan ketika tim kami mengidentifikasi tingginya tingkat limbah ban yang tidak di daur ulang, dan availability teknologi pyrolisis yang simple dan efektif, tapi jarang diterapkan,” ujar Kayla.
Project ZINCARBON menawarkan solusi pengolahan limbah ban melalui proses tyre pyrolysis, yaitu pemanasan dalam kondisi minim oksigen untuk menguraikan material penyusun ban dan memulihkan berbagai produk bernilai. Proses tersebut menghasilkan Recovered Carbon Black (rCB), zinc, pyrolysis oil, dan steel yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya.
Dalam mengembangkan gagasannya, tim melihat potensi tyre pyrolysis tidak hanya dari sisi pengelolaan limbah, tetapi juga melalui penciptaan multiple revenue streams dari produk yang dihasilkan. Pendekatan tersebut memungkinkan limbah ban dipandang sebagai sumber daya yang memiliki potensi ekonomi sekaligus dapat mendukung solusi pengelolaan lingkungan yang sustainable.
“Semoga inovasi kami dapat berubah menjadi bisnis asli yang dapat meningkatkan ekonomi sirkular hijau indonesia,” tutur Kayla.
Keberhasilan Project ZINCARBON menjadi Juara 1 Bioenergy Talent 2026 menunjukkan bagaimana mahasiswa FEB UI dapat mengintegrasikan perspektif ekonomi dan bisnis dalam menjawab persoalan lintas disiplin. Pencapaian Kayla, Nabil, dan Abyana juga menjadi contoh bahwa pemahaman ekonomi dapat dikembangkan untuk menghasilkan gagasan inovatif yang tidak hanya memiliki nilai bisnis, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan dan dampak lingkungan.

