Preserving Indonesia’s Economic Optimism By: Kiki Verico, Ph.D., Adviser on industry and international trade to the finance minister and lecturer at the School of Economics and Business at the University of Indonesia. The Jakarta Post | (10/2/2020) – Statistics Indonesia (BPS) reported last week that GDP contracted 2.2 percent in the fourth quarter of last year, an improvement from the second and third quarters. However the economy suffered negative...Read More
Mengapa Harus Pulih Lebih Cepat? Oleh: Muhamad Chatib Basri, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia KOMPAS | (10/2/2021) – ”When else fails, nasi Padang prevails”. Saya tahu, ini berlebihan. Stimulus ekonomi, mungkin mirip nasi Padang. Ia menjadi penyelamat ketika berbagai upaya kita gagal. Namun, seperti juga nasi Padang, ia bisa mengganggu kesehatan bila dikonsumsi berlebihan. Stimulus, punya karakter yang sama, termasuk program Quantitative Easing (QE) dari bank sentral Amerika...Read More
Pendapatan per Kapita Kalimantan Tertinggi JAKARTA | Koran Kontan (9/2/2021) – Pemerintah punya pekerjaan rumah besar untuk melakukan pemerataan pembangunan. Sebab pertumbuhan ekonomi masih terpusat di pulau Jawa. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia pada tahun 2020 tumbuh – 2,07% year on year (yoy). Perputaran pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa mencapai 58,75% dengan pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar-2,51% yoy. Secara nominal produk domestik bruto (PDB) nasional tahun 2020 senilai...Read More
Riset Tunjukkan Desain Kota yang Salah Bisa Renggangkan Hubungan Sosial Masyarakat Oleh: Dr. Irfani Fithria Ummul Muzayanah dan Dr. Djoni Hartono theconversation.com | (8/2/2021) – Di Indonesia, semakin padat kota tersebut, maka semakin kecil kemungkinan masyarakat saling mengenal, bahkan tetangganya sekalipun. Hasil riset terbaru kami menunjukkan bahwa desain kota memiliki faktor yang menentukan erat tidaknya hubungan relasi antartetangga. Penelitian kami pada 14 kota metropolitan yang tersebar di pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali,...Read More
Optimalkan Dampak Sosial dan Ekonomi JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah mengalokasikan Rp 42,38 triliun sebagai penyertaan modal negara untuk perusahaan BUMN pada tahun anggaran 2021. Suntikan dana dioptimalkan untuk meningkatkan kinerja perseroan serta memberikan dampak signifikan bagi kondisi sosial-ekonomi masyarakat di tengah pandemi. Penyertaan modal negara (PMN) dalam APBN 2021 akan diberikan kepada 9 BUMN. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin (8/2/2021), mengatakan, investasi pemerintah di BUMN dibutuhkan sebagai katalis...Read More